Kamis, 05 Desember 2013
Metode Waterfall
06.23 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Model pengembangan software yang diperkenalkan oleh
Winston Royce pada tahun 70-an ini merupakan model klasik yang sederhana
dengan aliran sistem yang linier — keluaran dari tahap sebelumnya
merupakan masukan untuk tahap berikutnya. Pengembangan dengan model ini
adalah hasil adaptasi dari pengembangan perangkat keras, karena pada
waktu itu belum terdapat metodologi pengembangan perangkat lunak yang
lain. Proses pengembangan yang sangat terstruktur ini membuat potensi
kerugian akibat kesalahan pada proses sebelumnya sangat besar dan acap
kali mahal karena membengkaknya biaya pengembangan ulang.
Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan
perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus
mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan,
pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian. Berikut adalah
gambar pengembangan perangkat lunak berurutan/ linear (Pressman, Roger
S. 2001):
bagan kerja Metode Waterfall
Pada bagan
diatas, ada 5 tahap proses pengerjaan, yaitu:
- Communication merupakan tahap pencarian informasi kebutuhan dari keseluruhan sistem yang diaplikasikan ke dalam software
- Planning pada tahap ini, diestimasikan perencanaan pembuatan software, seperti biaya, peralatan, perlengkapan dan jumlah pekerja serta penjadwalan kerja
- Modelling menerjemahkan informasi yang sudah diperoleh ke dalam sebuah representasi, biasanya dalam bentuk blueprint
- Construction Terbagi dalam 2 tahap, yaitu proses Coding dan Testing.
- Coding merupakan proses pembuatan software dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu.
- Testing merupakan tahap ujicoba terhadap software yang dikerjakan.
- Deployment tahap terakhir dimana software diberikan kepada user, kemudian user akan memberikan feedback. Pada tahap ini juga dilakukan proses maintenance.
Manfaat Metode Waterfall
Keunggulan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall
adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software
tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi.
Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen
lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah. Akan
tetapi dikarenakan dokumentasi yang lengkap dan sangat teknis, membuat
pihak klien sulit membaca dokumen yang berujung pada sulitnya komunikasi
antar pengembang dan klien. Dokumentasi kode program yang lengkap juga
secara tak langsung menghapus ketergantungan pengembang terhadap
pemrogram yang keluar dari tim pengembang. Hal ini sangat menguntungkan
bagi pihak pengembang dikarenakan proses pengembangan perangkat lunak
tetap dapat dilanjutkan tanpa bergantung pada pemrogram tertentu.
Kelemahan Metode Waterfall
Kelemahan pengembangan software dengan metode waterfall
yang utama adalah lambatnya proses pengembangan perangkat lunak.
Dikarenakan prosesnya yang satu persatu dan tidak bisa diloncat-loncat
menjadikan model klasik ini sangat memakan waktu dalam pengembangannya.
Disisi lain, pihak klien tidak dapat mencoba sistem sebelum sistem
benar-benar selesai pembuatannya. Kelemahan yang lain adalah kinerja
personil yang tidak optimal dan efisien karena terdapat proses menunggu
suatu tahapan selesai terlebih dahulu.
Secara keseluruhan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall
cocok untuk pengembangan software / perangkat lunak dengan tingkat
resiko yang kecil, dan memiliki ukuran yang kecil serta waktu
pengembangan yang cukup panjang. Model ini tidak disarankan untuk ukuran
perangkat lunak yang besar dan tingkat resiko yang besar.
Keunggulan Metode Waterfall
pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software
tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi. Disisi
lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga
proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah. Akan tetapi dikarenakan
dokumentasi yang lengkap dan sangat teknis, membuat pihak klien
sulit membaca dokumen yang berujung pada sulitnya komunikasi
antar pengembang dan klien. Dokumentasi kode program yang lengkap
juga secara tak langsung menghapus ketergantungan pengembang
terhadap pemrogram yang keluar dari tim pengembang. Hal ini sangat
menguntungkan bagi pihak pengembang dikarenakan proses pengembangan perangkat
lunak tetap dapat dilanjutkan tanpa bergantung pada pemrogram tertentu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Unknown
Blog Archive
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar