Senin, 30 November 2015

PostHeaderIcon Oriflame..? why not..?

hai semuanya perkenalkan nama aku yarnila :D, kalian bisa panggil aku nila aja, kayak nama ikan yah..? hhe sebenarnya nama yarnila itu ada sejarahnya loh. tapi terlalu panjang kalo aku ceritain sejarahnya. :p :p
anyway ini adalah postingan pertamanya aku :D, karna postingan kmrin itu tntng pelajaran hhi jadi kalo sedikit agak lebay dan kaku harap di maklumi yah :D :*
nah di postingan pertama ini aku mau ngenalin nih bisnis yang sedang aku jalanin, bisnis yang bisa mengubah aku menjadi lebih baik, nah loh ... :p.
iyaaa lebih baik disini dalam artian yang awalnya aku pemalu, gak bisa berinteraksi sama org yang gak dikenal ehh skrg malah jadi gak pemalu tapi gak malu2in yah :p :p
bisnis yang buat aku jadi banyak teman, bisnis yang fleksibel dan yang pasti sangat menguntungkan :D....
nah bisnis yang lagi aku jalanin dan aku tekunin sekarang ini adalah bisnis ORIFLAME :D :D
yaaa bisnis yang dibilang orang2 bisnis MLM "Masuk Langsung Mati ", bisnis yang kata orang hanya hoaks dan gak ada hasilnya sama sekali...
eiittss sapa bilang gak ad hasilnya, contohnya aku sekarang ya walaupun gaji yang aku terima sekarang masih gak terlalu besar tapi aku udah buktiin oriflame itu memang bisnis yang sangat menjanjikan " kalau mau berusaha"..
kenapa aku kasih tanda petik untuk kalimat kalau mau berusaha, yaiyalah didunia ini gak ada yang serba instan :D kalau lo udah lahir dari keluarga yang kaya tujuh turunan mah gak ada masalah, nah buat lo yang lahir dari keluarga yang biasa aja??? mbok ya gimana ???? pasti harus ada usahanya kan buat mau mendapatkan yang kita mau :) :* 
lah begitu juga aku, sadar kalo keluarga aku biasa2 aja makanya ak mau berusaha buat bisa sukses di oriflame. dan alhamdulilah sekarang aku udah 12% di oriflamee.
yeeeeeyyyyyy :* :* bisa juga deh nyicipin gaji yang digitnya ada 6 heheheh.

iyaaaaaaakk, ini adalah gaji yang pernah mendarat di rekening aku :* :* . gaji yang bisa kirimin uang bulanan buat adk bontot yang lagi kuliah diluar kota :D.
nah oriflame ini gak hanya gaji yang aku dapetin tiap bulannya loh, tiap bulan aku dikasih hadiah dari yang kosmetik gratis, tas gratis, dompet, jam, bahkan koper pun udah mendarat dengan cantik dirumah :* :D.


tadaaaaaaaaaa :D :D ini adalah salah satu penampakan hadiah yang aku dapetin dibulan ini hhe, ini adalah alasan kenapa tidak buat jalanin bisnis oriflame.
kenapa tidak punya bisnis yang modalnya hanya 49900 aja tapi hadiahnya AWESOME gilaaaak. 
gak ada salahnya toh jalanin bisnis yang udah nyata hadiahnya, bisnis yang bisa bakalan ngash apa yang kita impikan.
nah nah bulan desember ini bakalan ada promo yang gak kalah cetar dari oriflame, buat lo lo pada yang mau nanya atau mau ikutan join juga nah bisa aja langsung hubungi aku :D dijamin dah gak bakalan nyesal udah gabung di jaringan M3 Network :D 
yukk ahh langsung dah klik link dibawah ini ....

Jumat, 06 Desember 2013

PostHeaderIcon Simple Interaction Design Model & Star Life Cycle


Simple Interaction Design Model




 gambar simple interaction design model

       Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai engan kebutuhan, lalu didesain sesuia dengan persyaratan yang telah ditetap kan. Setelah diDesain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah racangan tersebut dievaluasi.

    Evaluasi dapat dilaukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi dapat kambali didesain ulang atau apakah rancanagn tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berbupar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid.


Star Life Cycle 


Pada tahun 1989Star siklus hidup model yangdiusulkan oleh Hartson dan Hix seperti yang ditunjukkan pada gambar: 
 
 
Dalam siklus permodelan ini, pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus diakhir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design). Dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas.
Setelah itu, apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya, yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama.
Selanjutnya akan tetap sama, terjadi pada tahap-tahap selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.
Intinya pada rancangan model ini, evaluasi dilakukan di setiap tahap, tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.

PostHeaderIcon V MODEL

Latar Belakang V Model

Pada tahun 1986, Federal Ministry for Defense negara Jerman memulai dua proyek teknologi informasi. Kedua proyek tersebut adalah software development environment for information system (SEU-IS) dan software development environment for weapon and weapon delivery systems (SEU-WS). Dalam pelaksanaan kedua proyek tersebut ada beberapa goal yang ingin dicapai yaitu:
  • Membuat biaya dan proses-proses yang ada pada seluruh software development process menjadi jelas.
  • Menerapkan minimum standard untuk menjamin kualitas software yang dihasilkan
  • Melakukan standarisasi dan membuat software development process lebih transparan
V Model dikembangkan untuk mewujudkan goal di atas. Hal ini disebabkan karena model-model yang ada pada masa itu dirasa belum sesuai dengan kebutuhan yang ada. Variant pertama V Model muncul pada tahun 1988 sebagai akibat dari proyek SEU-WS. Lalu pada tahun 1991, variant V Model yang lebih baru muncul karena proyek SEU-IS. Hal ini terus berlangsung. Begitu dirasa adanya kebutuhan untuk melakukan perubahan maka akan dikembangkan variant V Model yang baru.

V Model merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang. Dalam model V ini digambarkan hubungan antara tahap pengembangan software dengan tahap pengujiannya.

Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:

  1. Requirement Analysis & Acceptance Testing 
    Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna. Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak. 
     2.  System Design & System Testing
    Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary.
    3.   Architecture Design & Integration Testing
    Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi yang dipakai.  
    4.  Module Design & Unit Testing 
       Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.  

    5.   Coding
         Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.

    Kelebihan V Model
     1. V model sangat fleksibel. V model ini bisa digunakan untuk project tailoring serta penambahan pengurangan method dan tool secara dinamik
    2.  V model dikembangkan dan di maintain oleh publik. User dari V model berpartisipasi dalam change board yang memproses semua change request terhadap V model. 

    Kekurangan V Model
    1.  V model hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek hal tersebut disebabkan karena V model merupakan model yang project oriented. 
    2.  V model bersifat terlalu fleksibel sehingga mengakibatkan beberapa aktivitas-aktivitas yang digambarkan dalam V model menjadi terlalu abstrak. Hal tersebut mengakibatkan tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak. 

    Penggunaan
     V Model digunakan dalam proyek teknologi informasi di negara Jerman. Hal ini berlaku
    terutama untuk proyek teknologi informasi pada pada sektor pertahanan negara Jerman.
    Selain itu, V Model juga digunakan oleh software developer negara Jerman untuk proyek
    teknologi informasi lain.  

About Me

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.

follow

Followers